Taman Semalem

Taman Semalem

Minggu, Januari 15, 2012

BUDIDAYA BUAH NAGA (DRAGON FRUIT)


Sebagian kalangan menyebutnya buah ini dengan nama Buah Dewa. Hingga saat ini di butuhkan akan buah Naga Indonesia cukup besar dan bukan hanya pasar lokal saja yang ingin mencicipi kedahsyatan buah yang satu ini. Peluang Ekspor juga tidak kalah besarnya, Namun kebutuhan yang besar tersebut belum mampu di penuhi oleh produksi dalam negri asalny (Taiwan) Apalagi kondisi dalam negri Indonesia cukup sulit memenuhi peluang Pasar ini, Karena hal-hal yang berhubungan dengan iklim investasi yang cenderung lesu. Tetapi melihat segi potensi Wialyah lahan pertanian yang luas dan subur,Sangat besar kemungkinannya untuk mengembangkan tanaman jenis ini.
Tingginya permintaan buah naga ini di sebabkan oleh promosi yang menyebutnya sebagai buah meja (Sangat Menarik dan Menggiurkan bila di sajikan di meja makan) Berkhasiat mujarab untuk berbagai penyakit dan bermanfaat sebagai bahan baku di bidang industri pengolahan Makanan, Minuman, Kosmetik serta produk kesehatan. Berpedoman kepada kondisi petani yang sebagian besar kurang mampu berinvestasi di bidang ini (Mahalnya bibit dan perlengkapan yang harus di sediakan). Merupakan salah satu motivasi bagi pemilik modal untuk bekerja sama dengan kelompok Tani dalam pembudidayaan Komoditas ini. Keadan lain yang mendukung adalh tersedianya lahan yang potensial dan tenaga ahli dalam pembudidayaan jenis Tanaman ini.
Buah naga (Dragon Fruit) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari jenisHylocereus dan Selenicereus.Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatannamun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan.Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
            Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).


CIRI  BUAH  NAGA
Buah naga (Dragon Fruit atau Hylocereus Undatus) masih termasuk komoditi langka di indonesia. Buah yang beasal dari Taiwan ini memiliki bentuk yang sangat unik dan cukup memikat untuk di lihat. Bentuk fisiknya mirip dengan buah nanas hanya saja buah ini memiliki sulur /jumbai di sekujur kulitnya dan buah ini berwarna merah jambu (Pink) dengan daging buah berbagai jenis antara lain berwarna Putih, Kuning dan Merah dengan biji kecil berwarna hitam yang sangat lembut dan lunak. Rasa buah tergantung jenis warna daging buah itu, Bila warna merah cenderung manis dan legit dengan perpaduan rasa yang sangat khas. Warna putih rasanya manisdan segar sedangkan kuning perpaduan antara ke dua warna di atas. Bentuk tanaman hampir mirip dengan pohon kaktus berupa sulur-sulur yang memanjang seperti lidah naga yang menjulur. Berat rata-rata + 600 s.d 800 Gram.


Macam-macam dan jenis buah naga:

1. Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
2. Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah merah dan
    Selenicereus megalanthus, dengan kulit buah kuning dan daging buah putih
3. Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah.








KHASIAT BUAH NAGA
  • Penyeimbang kadar gula darah.
  • Membersihkan darah.
  • Menguatkan ginajal.
  • Menyeahatkan lever.
  • Perawatan kecantikan.
  • Menguatkan daya kerja otak.
  • Meningkatkan ketajaman Mata.
  • Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan.
  • Mensatbilkan Tekanan Darah.
  • Mengurangi Keluhan Keputihan.
  • Mengurangi Kolesterol dan mencegah Kanker usus.
  • Mencegah Sembelit dan Memperlancar Feses.

CARA BUDIDAYA BUAH NAGA

1. Persyaratan Tumbuh Tanam 
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan iaut Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7 Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan

2. Persiapan Lahan 
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman. Sebulan sebelum tanam, terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga. Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah

pembuatan bedengan 

pemasangan penyangga 
pengecoran penyangga supaya kuat 


















3. Persiapan bibit dan penanaman 
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.


batang buah naga
setelah dipotong batang buah naga






















batang buan naga di semai sampai akar keluar 


bisa juga penyemaian dipolibeg





bibit siap ditanam 


setelah ditanam batang harus diikat


















batang setelah ditanaman 


4. Pemeliharaan Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
Pemupukan 
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 10 Kg.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) 
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman

pengendaliahan HPT









Pemangkasan
Batang utama  primer) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 m), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.

pusuk yang harus dipangkas









pucuk yang dipangkas


















































5. Panen 
Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram. Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun.

bunga buah naga 

tanaman buah naga yang telah berbunga





























buah naga siap panen 













pemanenan buah naga

panen buah naga

















ANALISIS USAHA  BUAH NAGA



no
Keteangan
harga
total
A. Biaya Investasi
1
Sewa lahan 1 hektare selama 5 tahun
5 x Rp. 3.000.000,00  
Rp.15.000.000,00
2
Pembuatan tiang beton penyangga
 1600 x Rp. 15.000,00
Rp.24.000.000,00
3
Mulsa penutup permukaan tanah
 4 x Rp. 300.000,00    
Rp.1.200.000,00
4
Pompa air dan instalasi mikro irigasi
1 x Rp. 5.000.000,00     
Rp.5.000.000,00
Total investasi                 
Rp. 45.200.000,00
B. Biaya Operasional
1
Pembelian bibit buah naga daging merah
6400 x Rp. 10.000.00
Rp.64.000.000,00
2
Pembuatan tiang beton penyangga  
1600 x Rp. 15.000,00 
Rp.24.000.000,00
3
Pupuk organik
64.000 kg @ Rp. 150,00
Rp.9.600.000,00
4
Dolomite
32.000 kg @ Rp. 100,00
Rp.3.200.000,00
5
Sarana produksi, dll                     

Rp. 5.000.000,00
Total biaya operasional
Rp.109.800.000,00
Total biaya yang harus dikeluan
Rp.155.000.000,00
C. PEMASUKAN
1
A. Hasil Panen tahun ke 1 :

5 x 6400 x 0,4 kg x Rp.20.000,00              
Rp. 256.000.000,00

2
B. Hasil Panen tahun ke 2 :

10 x 6400 x 0,5 kg x Rp.20.000,00              
Rp.640.000.000,00
Total Pemasukan                           
Rp.896.000.000,00




LABA SEBELUM PAJAK
Laba sebelum pajak adalah seluruh biaya pengeluaran dikurangi dengan total pemasukan :
Rp. 896.000.000,00 – Rp. 155.000.000,00 = Rp. 741.000.000,00

KELAYAKAN USAHA
1. Break Event Point ( BEP )
A. BEP untuk volume produksi : Rp.155.000.000,00 : Rp. 20.000,00/ kg = 7.750 kg
( Titik balik modal tercapai jika produksi buah naga merah daging merah mencapai 7.750 kg )



B. BEP untuk harga produksi : Rp.155.000.000,00 : 44.800 kg = Rp. 3.550,00/ kg

( Titik balik modal tercapai jika harga jual buah naga merah daging merah adalah Rp.3.550,00/ kg )
2. B/C Ratio ( Perbandingan antara penerimaan dan biaya ) B/C = Rp. 741.000.000,00 : Rp. 155.000.000,00 = 4.78 ( Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1,00 memperoleh penerimaan
Rp.4,78 )

keterangan :
1. Bibit yang dipakai adalah dari jenis naga merah daging merah ( hylocereus costaricensis ) yang bisa     berbuah pada umur 8 bulan sejak penanamannya.
2. Bibit dalam keadaan sudah berakar sehingga langsung bisa tumbuh.
3. Pada panen tahun pertama diasumsikan jumlah buah hanya 5 biji per tanaman dengan berat hanya 400 gram/ buah, sehingga hasil panennya : 5 x 6400 x 0,4 kg = 12.800 kg.
4. Panen tahun ke 2, diasumsikan dalam satu pohon menghasilkan 10 buah dengan berat 500 gram, sehingga hasil panennya mencapai : 10 x 6.400 x 0,5 kg = 32.000 kg
5. Harga jual buah naga merah daging merah lebih tinggi daripada daging putih : rp. 25.000/ kg.
6. Umur tanaman bisa mencapai 20 tahun. Perhitungan ini hanya pada tahun pertama dan kedua.
7. Tiang beton yang dipakai berpenampang segi tiga sehingga biayanya lebih murah dan jika ingin lebih menekan biaya investasi bisa menggunakan tiang dari tanaman lain (hidup) yang berbatang kayu lurus.
8. Satu hektare berisi 1600 tiang dengan jarak antara tiang 2.50 m, tiap tiang berisi 4 tanaman sehingga satu hektare bisa terisi 6.400 tanaman buah naga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar